Desain Ayat Hadits dan Quote tentang Keutamaan Puasa Ramadhan

by - Wednesday, May 08, 2019

Assalamu'alaikum... 
Alhamdulillah hari ini selesai mendesain publikasi quote Ramadhan. Isi Quote aku ambil dari Ayat Al-Quran dan Hadits Shahih Rasulullah saw.

Sebagai tim desain dan publikasi dokumentasi, aku juga mau menyebarkan acara Ramadhan Vaganza 3.0 dari Pena Bangsa. :)


“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian menjadi orang yang bertaqwa” (QS. Al-Baqarah: 183)

“Bulan Ramadhan, bulan yang didalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang haq dengan yang bathil ), karena itu barangsiapa diantara kamu menyaksikan (masuknya bulan ini ), maka hendaklah ia puasa...” (QS. Al-Baqarah: 185)

“Telah bersabda Rasulullah saw. : Islam didirikan di atas lima perkara: Bersaksi bahwa tidak ada Ilah selain Allah, dan sesungguhnya Muhammad itu adalah utusan Allah. Mendirikan Shalat. Mengeluarkan Zakat puasa di bulan Ramadhan. Menunaikan haji ke Ka’bah.” (HR. Bukhari Muslim)

“Diriwayatkan dari Abi Hurairah ra. Sesungguhnya Nabi saw. telah bersabda : Shalat lima waktu, Shalat Jum’at sampai Shalat Jum’at berikutnya, puasa Ramadhan sampai puasa Ramadhan berikutnya, adalah menutup dosa-dosa (kecil) yang diperbuat diantarakeduanya, bila dosa-dosa besar dijauhi.” (HR. Muslim)

“Diriwayatkan dari Sahal bin Sa’ad : Sesungguhnya Nabi saw telah bersabda : bahwa sesungguhnya bagi Jannah itu ada sebuah pintu yang disebut‘Rayyaan’. Pada hari kiamat dikatakan : Dimana orang yang puasa? (untuk masuk Jannah melalui pintu itu), jika yang terakhir diantara mereka sudah memasuki pintu itu, maka ditutuplah pintu itu.” (HR. Bukhari Muslim)

“Rasulullah saw. bersabda : Barangsiapa puasa Ramadhan karena beriman dan ikhlas, maka diampuni dosanya yang telah lalu dan yang sekarang.” (HR. Bukhari Muslim)

“Telah bersabda Rasulullah saw: Apabila salah seorang diantara kamu mendengar adzan dan piring masih di tangannya janganlah diletakkan, hendaklah ia menyelesaikan hajatnya (makan/minum sahur) daripadanya.”
(HR. Ahmad, Abu Daud, dan Al-Hakiem)

“Diriwayatkan dari Abdullah bin Amru, bahwa sesungguhnya Nabi saw. telah bersabda: puasa dan Qur’an itu memintakan syafa’at seorang hamba di hari Kiamat nanti. Puasa berkata : Wahai Rabbku, aku telah mencegah dia memakan makanan dan menyalurkan syahwatnya di siang hari, maka berilah aku hak untuk memintakan syafa’at baginya. Dan berkata pula Al-Qur’an : Wahai Rabbku aku telah mencegah dia tidur di malam hari (karena membacaku), maka berilah aku hak untuk memintakan syafaat baginya. Maka keduanya diberi hak untuk memintakan syafa’at.” (HR. Ahmad)

“Diriwayatkan dari Hamzah Al-Islamy : Wahai Rasulullah, aku dapati bahwa diriku kuat untuk puasa dalam safar, berdosakah saya? Maka beliau bersabda : hal itu merupakan kemurahan dari Allah Ta’ala, maka barangsiapa yang menggunakannya maka itu suatu kebaikan dan barangsiapa yang lebih suka untuk terus puasa maka tidak ada dosa baginya.” (HR. Muslim) 
“Dari Ibnu Abbas ia berkata: Rasulullah shallallahu‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling dermawan. Kedermawanan Beliau lebih nampak lagi di bulan Ramadhan ketika ditemui oleh Jibril. Jibril biasa menemui Beliau di setiap malam bulan Ramadhan lalu Beliau bertadarus Alquran dengannya. Sungguh, Rasulullah shallallahu‘alaihi wa sallam lebih dermawan terhadap kebaikan melebihi angin yang berhembus.” (HR. Bukhari)


“Barangsiapa memberi makan untuk berbuka kepada orang yang berpuasa, maka ia akan mendapatkan pahala orang yang berpuasa itu tanpa dikurangi sedikit pun dari pahala orang yang berpuasa itu.” (HR. Ahmad)

“Ketika tiba bulan Ramadhan berumrahlah, karena berumrah di bulan Ramadhan sama seperti haji.” (HR. Bukhari Muslim) 
“Firman Allah Ta’ala dalam hadist Qudsi: Setiap amalan anak Adam itu adalah (pahala) baginya, kecuali puasa, karena puasa itu untuk-Ku dan Akulah yang akan membalasnya.” (HR. Bukhari)


“Bagi orang berpuasa ada dua kebahagiaan: yaitu kebahagiaan ketika berbuka, dan ketika berjumpa Rabbnya bahagia karena puasanya.” (HR. Bukhari)

“Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, jika sedang berbuka puasa dia membaca:‘Dzahaba Azh Zhama’u wab talatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya Allah. Telah hilang rasa haus, telah basah tenggorokan dan semoga pahala tetap didapat Insya Allah. (HR. Abu Daud)

“Ada tiga manusia yang doa mereka tidak akan ditolak: 1. Doa orang yang berpuasa sampai dia berbuka, 2. Pemimpin yang adil, 3. Doa orang teraniaya.” (HR. at-Tirmidzi)

“Ibnu ‘Abbas Radhiallahu ‘Anhuma menceritakan: Jibril menemuinya (nabi) pada tiap malam malam bulan Ramadhan, dan dia (Jibril) bertadarus Al Quran bersamanya.” (HR. Bukhari)

Maaf Quotenya Sama Seperti No.15 🙏🙏🙏

“Barang siapa yang tidak berpuasa pada Ramadhan tanpa adanya uzur, tidak pula sakit, maka tidaklah dia bisa menggantikannya dengan puasa sepanjang tahun, jika dia melakukannya.” (HR. Bukhari)

“Puasa itu perisai yang dipergunakan seorang hamba untuk membentengi dirinya dari siksaan neraka.” (HR. Ahmad)

“Dari ‘Aisyah Radhiallahu ‘Anha, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: 'Carilah oleh kalian Lailatul Qadar pada malam ganjil dari sepuluh malam terakhir Ramadhan.'” (HR. Bukhari)

“Dari Abu Hurairah ra: katanya Rasulullah saw berabda: ‘Barang siapa tidak meninggalkan ucapan dusta dan berbuat jahat (padahal dia puasa), maka Allah tidak butuh ia meninggalkan makan dan minum.’” (HR. Bukhari) 
“Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a katanya: Rasulullah s.a.w bersabda: Apabila seseorang daripada kamu sedang berpuasa pada suatu hari, janganlah berbicara tentang perkara yang keji dan kotor. Apabila dia dicaci maki atau diajak berkelahi oleh seseorang, hendaklah dia berkata: Sesungguhnya hari ini aku berpuasa, sesungguhnya hari ini aku berpuasa.” (HR. Bukhari Muslim)


“Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu ia berkata: Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam beri’tikaf selama sepuluh hari pada setiap bulan Ramadhan. Namun pada tahun di mana Beliau akan wafat, Beliau melakukannya selama dua puluh hari.” (HR. Bukhari)

Mon maap sama lagi kontennya 😩🤭

Dari ‘Aisyah dia berkata “Aku berkata: Wahai Rasulullah, apa pendapatmu jika aku mengetahui bahwa pada suatu malam adalah Lailatul Qadar, apa yang aku ucapkan?” Beliau menjawab: “Ucapkanlah, ‘Allahumma innaka ‘afuwwun karim tuhibbul ‘afwa fa’fu’anni.” (HR. at Tirmidzi)

Berkata seorang sahabat mulia, Ubay bin Ka’ab Radhiallahu ‘Anhu: “Demi Allah, seseungguhnya aku benar-benar mengetahui malam yang manakah itu, itu adalah malam yang pada saat itu Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memerintahkan kami untuk shalat malam, yaitu malam yang sangat cerah pada malam ke 27, saat itu tanda-tandanya hingga terbitnya matahari, pada pagi harinya putih terang benderang, tidak ada panas.” (HR. Muslim)

“Dari Abu Hurairah ra: katanya Rasulullah saw berabda: ‘Barang siapa tidak meninggalkan ucapan dusta dan berbuat jahat (padahal dia puasa), maka Allah tidak butuh ia meninggalkan makan dan minum.’” (HR. Bukhari)

“Dari ‘Aisyah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: ‘Barangsiapa meninggal dan ia masih menanggung kewajiban puasa, maka walinya berpuasa untuknya.’” (HR. Muttafaq Alaihi)

“Jika ingin melihat orang Islam, maka lihatlah ketika Hari Raya Idul Fitri. Jika ingin melihat orang beriman, maka datanglah ke masjid ketika solat subuh” (Buya Hamka)


Silakan kalau mau dishare~
Semoga Bermanfaat ;)

You May Also Like

1 comments

  1. Meninggalkan jejak buat ramadhan selanjutnya, wkwkwkw
    Btw, salam kenal ya kak, Kreta Amura

    ReplyDelete