Pengalaman Positif Covid dan Tes Swab di Puskesmas Jakarta

by - Monday, January 18, 2021


Kepala pusing, nyeri sendi di kaki, radang tenggorokan adalah gejala awal yang saya rasakan saat itu, 27 Desember 2020. Saya pikir itu gejala biasa karena saya memang punya penyakit migrain. Makin lama kok ya makin muncul gejala menjurus ke covid: demam, pilek, dan batuk.

Daripada penasaran dan cuma menduga-duga. Yaudah coba untuk tes swab antigen di klinik Budhi Pratama. Saya baru tes tanggal 31 Desember (telat banget ya) ☹️

Jadwal dan Biaya Tes Rapid di Klinik Budhi Pratama Pasar Rebo Jakarta Timur
Rapid Test : Rp 195.000 dari jam 08.00-20.00 setiap hari
Rapid Antigen : Rp 295.000 dari jam 10.00-11.45 dan 13.00-14.30 setiap hari

Saya tes rapid antigen jam 11.00 hasilnya keluar jam 16.00 di hari yang sama. Saat pengambilan hasil saya disuruh menunggu dulu. Awalnya sudah ga enak dan saya dikasih suratnya di dalam lab. Saya baca sekilas “Alhamdulillah Negatif”. 

Ternyata saat diwawancara dan diberi rujukan oleh petugas lab, saya cek ulang kertasnya ternyata baru ngeh kalau hasilnya positif 😳
Besoknya tanggal 1 Januari 2021, saya lapor ke Puskesmas Kecamatan (faskes BPJS) kalau saya dirujuk untuk swab ulang. Saya didata oleh petugas covid puskesmas tentang data diri, riwayat penyakit, gejala yang dialami sekarang, dan siapa yang kontak erat selama gejala muncul.

Oiya fyi untuk tes swab langsung ke puskesmas sepertinya perlu proses yang panjang ya. Sebelum swab di klinik saya sudah ke puskesmas dengan keluhan sakit seperti covid. Tapi saya dikasih obat pusing, antibiotik, dan vitamin. Kata pihak puskesmas kalau belum sembuh 3 hari balik lagi untuk tes darah (rapid antibody kayaknya ya).

Berbeda saat saya sudah swab dan dapat rujukan dari klinik, saya langsung diproses oleh pihak puskesmas untuk penjadwalan tes swab sekeluarga. Saya dapat jadwal besoknya tanggal 2 Januari 2021. Syarat yang harus dibawa untuk tes swab di Puskesmas: fotokopi KTP dan KK.
Suasana di ruang tunggu Puskesmas Kecamatan Ciracas. Semua orang sedang antre untuk swab.

4 Januari 2021, hasil swab puskesmas keluar. Hasilnya saya dan suami positif covid. Saya diminta untuk isolasi mandiri di rumah sambil menunggu acc tempat rujukan untuk isolasi nanti. Kemudian petugas covid datang ke rumah untuk menempel kertas sedang menjalani isolasi mandiri.
Kertas ditandatangani Kepala Puskesmas dan Lurah

Selama isolasi mandiri saya lebih banyak mengonsumsi herbal. Saya minum madu, susu beruang, habatussauda, qisthul hindi (untuk dada sesak), cdr, vitamin, dan paracetamol (kalau gejala pusing kambuh).
Obat herbal yang saya konsumsi saat isolasi mandiri.

Saran saya berdasarkan pengalaman di atas:
  • Untuk kamu yang ada gejala awal covid, sebaiknya langsung isolasi mandiri di ruangan khusus dan selalu pakai masker. Jauhi diri dari orang lain sekalipun itu pasanganmu.
  • Segera lakukan tes swab secara mandiri untuk memastikan kamu positif atau tidak.
  • Jauhi pergi ke tempat kerumunan seperti kondangan, arisan, dll. Walau kamu pakai masker dan mengikuti protokol kesehatan, pas makan kamu juga bakal buka maskernya kan. Jadi memang lebih baik di rumah aja.
  • Kasus di Indonesia perhari ini sudah 14.224. Ibaratnya seperti bola salju kalau keadaannya sama saja seperti kemarin, kasus kedepan bakal semakin besar perharinya.
  • Sakit covid itu rasanya kayak sakit yang kamu rasakan dulu, terus keulang lagi. Kalau yang saya rasakan sakit kepala terus menerus (karena ada riwayat migrain). Jadi bahaya banget kalau pasien positif punya riwayat sakit berat (komorbid). Virusnya seperti meng-kambuhkan sakit-sakit terdahulu. (cmiiw)

Sekian postingan kali ini. Semoga bermanfaat....
Terima kasih sudah membaca. :)

You May Also Like

0 comments