Dwina

Konten

Desain

Buku

I'm Dwina,
Graphic Designer & Book Reviewer
from Jakarta, Indonesia.

Graphic Designer and Book Reviewer. ISFP. Interested in Psychology, Self Development, Business, Comic, Animation, Videography, and Visual Design. Feel free to contact me writing an email with your project idea.

What I Do
Design

Desainer grafis freelance sejak 2012. Terbiasa menggunakan software desain seperti Adobe Illustrator, Indesign, dan Canva.

Book

Tertarik dengan dunia buku. Memiliki background pendidikan dan pengalaman kerja di bidang Penerbitan sebagai desainer grafis.

Content

Belajar untuk menggabungkan dua minat saya (desain dan buku) menjadi suatu konten yang menarik dan bermanfaat untuk para audience.

Blog

Terima Kasih November!



















Alhamdulillah sekarang sudah masuk bulan terakhir di tahun 2018. Banyak banget kejadian yang sudah kualami, tepatnya di bulan November kemarin. Bulan favoritku sejak dulu ❤

Minggu Pertama (1-4 November 2018)

Aku dan Uwais mengungsi ke rumah orang tuaku di Bojonggede. Kami tinggal disana selama 2 minggu karena Abi Uwais pergi umroh. Cukup lama aku tinggal disana. Kangen banget rasanya setelah menikah nginep di rumah orangtua sendiri hehehe. Alhamdulillah. Selama di rumah orangtua, kami sempat main ke SeaWorld juga. Kali pertama untukku dan Uwais 😁
Foto sebelum Abi berangkat



Minggu Kedua (5-11 November 2018)

Alhamdulillah, minggu kedua ini, Abi Uwais sudah sampai di rumah. Tanggal 7 nya Abi Uwais milad ke-33 tahun. Wow! Abi bawain kita HokBen. Oiya 11.11 tu hari flashsale se-Indonesia! Kudapat hadiah Lovember jam tangan Huawei Honor MiBand 3. Belinya di Shopee dari harga 375.000 jadi 149.000. Jadi penasaran 12.12 pas Harbolnas (Hari Belanja Online Nasional) bakal ada apaan lagi yak? kekepin dompet

Berasa Mau Nimpuk hehehe 😂


Minggu Ketiga (12-18 November 2018)

Minggu ini kusibuk berobat ke Rumah Sakit. Jadi, sejak 2 bulan yang lalu aku kena alergi sabun gitu. Tangan terasa periiiih dan gataaal 😭 Jadi sekarang gak berani cuci-cuci kalau ga pakai sarung tangan karet. Doakan ya semoga diriku cepet sembuh 😊

Minggu Keempat (19-25 November 2018)

Hehehe favoritku di tanggal 24 November. Hari itu banyak yang ucapin selamat ulang tahun. Alhamdulillah Allah masih kasih aku kesempatan hidup di usiaku ke-27 ini. Banyak bekal yang harus dicari. Sebenarnya hidup itu singkat banget. Kita gak pernah tau kapan kita meninggal. Intinya banyak-banyak berbuat baik, bersyukur, dan nikmati setiap kejadian (fase hidup) yang kita lalui. Hari itu aku teringat sama sahabatku yang sudah meninggal. Akhirnya ku repost postingan instagramnya.

24 November 2018, aku ada agenda bedah buku dan workshop penulis di Rumah Baca Pena Bangsa. Di acara itu aku kebagian jadi panitia publikasi dokumentasi. Aku bagian desain-mendesain.
Desain e-Flyer Bedah Buku dan Workshop Penulis
















Hari itu juga, malemnya aku order Go-Food buat pertama kali wkwk. Tadinya mau pergi ke tempat makan, karena hujan dan kasihan sama Uwais jadinya aku dan suamiku beli burgerking promo dari Go-Food.



Panjang ya ceritanya, padahal cuma sehari tapi aku ingat detail. karena apa? setiap yang spesial selalu lebih mudah untuk diingat. 😍

Minggu Kelima (26-30 November 2018)

Jadi akhir-akhir ini kegiatanku masih tentang mendesain. Sekarang aku masuk ke bagian tim desain acara wisuda Institut Ibu Profesional. Acaranya sebenarnya masih bulan Januari. Tapi bagian desain itu kerjanya jauh sebelum hari H. Bagian persiapan dan woro-woro acara. Yang bikin aku excited, wisuda nanti guest starnya Ummu Balqis. Kenal ga? Parenting and Marriage Enthusiast. Selebgram yang postingannya bagus dan ngena banget.

Desain e-Flyer Wisuda Offline Institut Ibu Profesional

Sekian cuplikan kejadian yang kualami bulan kemarin. Aslinya kalau ditulisin diary pasti lebih banyak. Nah mumpung Bulan Desember ini bulan terakhir 2018. Ku mau evaluasi dan menyelesaikan target-targetku di tahun ini. Apa aja, nanti ada di postingan selanjutnya ya. insya Allah.

Ya Allah, terima kasih atas semua nikmat yang telah Kauberikan kepada kami.
Alhamdulillah `ala kulli haal 

Review iPusnas: Cara Mudah Baca Buku di Handphone


Bismillah...

Kali ini saya mau review aplikasi yang super keren namanya iPusnas. iPusnas ini aplikasi perpus digital milik Perpustakaan Nasional RI. Koleksi buku di iPusnas banyak banget mulai dari buku anak, buku novel populer, sampai buku pernikahan juga ada. Kalo buku nikah adanya di KUA. 😳

Cara pakai aplikasi ini:
  1. Pertama, download dulu aplikasinya di Playstore atau Appstore. 
  2. Buat akun. (Bisa dengan email atau Facebook)
  3. Search buku yang mau kamu baca.
  4. Klik pinjam dan download buku.
  5. Kamu sudah bisa baca buku secara offline tanpa biaya!

Seperti perpustakaan pada umumnya. Di iPusnas ini ada sistem peminjaman dan pengembalian buku. Biasanya durasi peminjaman buku di iPusnas 3 hari. Jadi, kalau sudah lewat waktunya, buku yang sudah kamu download akan hilang sendiri. Saya merasa, dengan waktu yg singkat itu secara nggak langsung iPusnas menuntut kita untuk jadi monogami reader hehe. Baca satu buku - selesaikan - download buku yang lain. Karena pengalaman saya, download banyak buku secara bersamaan, ga berapa lama tiba-tiba sudah hilang. Padahal satu aja belum selesai dibaca. 😅

Kelebihan aplikasi iPusnas:
+ Gratis
+ Koleksi Buku Banyak (berasa ke Gramed)
+ Bisa dibaca secara offline

Kekurangan
- Aplikasi kadang suka not responding (keluar sendiri)

Sekian review singkat saya tentang iPusnas. Betapa bahagianya menghabiskan waktu secara produktif di depan gadget. Bukan untuk belanja online atau baca artikel hoax, tapi dengan baca banyak buku. (note to myself 😂)....

Maju terus literasi Indonesia!
Salam,
DwiNA

#iPusnas #reviewdwina #baca #buku #illustration #IndonesiaGemarMembaca

Book Review: Hujan by Tere Liye

"Karena kenangan sama seperti hujan. Ketika dia datang, kita tidak bisa menghentikannya. Bagaimana kita akan menghentikan tetes air yang turun dari langit? Hanya bisa ditunggu, hingga selesai dengan sendirinya." 
(Hujan, Tere Liye, 201)

Bermula dengan percakapan Lail (tokoh utama perempuan) dengan seorang psikiater ahli saraf, Elijah. Lail ingin melupakan Hujan, karena dibaliknya tersimpan banyak kenangan penting. Terutama tentang sosok lelaki bernama Esok.
Lail menyukai Esok, seperti Lail menyukai Hujan. Hujan selalu datang saat momen penting terjadi di kehidupan Lail.
Esok dan Lail, korban yang selamat dari bencana dahsyat gunung meletus. Pertemuan pertama mereka terjadi saat Esok menyelamatkan Lail dari terowongan kereta bawah tanah. Saat itu Lail masih berusia 13 dan Esok 15 tahun. Hanya mereka berdua yang selamat dari kereta bawah tanah karena petugas memprioritaskan anak-anak terlebih dulu yang naik tangga darurat. Ibu Lail dan keempat saudara Esok terjebak di bawah. Menjadi mayat. Sejak hari itu kehidupan mereka berubah. Esok menjadi begitu penting bagi kehidupan Lail, yang memang dia sudah tak punya siapa-siapa lagi (yatim piatu). Esok selalu hadir menyelamatkan Lail. Mereka melewati hari bersama di pengungsian. Hingga akhirnya Esok diadopsi dan menjadi bagian dari keluarga wali kota yang memiliki anak tunggal cantik bernama Claudia. Esok berpisah dengan Lail. Di situlah awal dari kepedihan yang Lail rasakan. 
Selain mengangkat kisah cinta, Tere Liye juga mengangkat isu dunia yang (mungkin akan) terjadi. Mungkin terjadi karena novel ini bercerita tentang masa depan. Berlatar tahun 2050, Tere Liye menggambarkan kemajuan teknologi diberbagai sisi. Transportasi, komunikasi, dan iklim. Ilmuwan mampu mengutak atik cuaca dan iklim dunia. Tetapi itulah yang membuat dunia menjadi tak terkendali hingga berujung pada ancaman punahnya manusia. 
Membaca novel ini saya menjadi bersyukur pada kehidupan ini. Dunia berjalan sesuai fitrahnya. Bahan makanan dan air bersih tersedia, cuaca tidak ekstrim, dikelilingi keluarga, dan masih banyak lagi. Novel ini bagus untuk dibaca. Ceritanya mengalir dan endingnya agak sulit ditebak. Good Job Tere Liye 
#resensibuku #hujan #tereliye
Contact Me

Location

Jakarta, Indonesia

e-mail

dwinasign@gmail.com

Website

www.dwinasign.com