Thursday, March 19, 2015

Terima Kasih, Cinta.

Tersadar di dalam sepiku
Setelah jauh melangkah
Cahaya KasihMu menuntunku
Kembali dalam dekap TanganMu
TanpaMu tiada berarti
Tak mampu lagi berdiri
...

Terimakasih Cinta untuk segalanya
Kau berikan lagi kesempatan itu
Tak akan terulang lagi semua kesalahanku
Yang pernah menyakitiMu
(Afgan, Terimakasih Cinta)

---------------
Lirik lagu yang bagus banget kalo menurut saya. Memang kebanyakan orang menilai kalau lagu itu untuk si kekasih yang pernah dikhianatin. Dan dia berterimakasih karena si kekasih mau diajak balikan (hehehe sotoy). Tapi kalo menurut saya, lirik itu menggambarkan seorang hamba yang menyadari kesalahannya dan ia segera bertaubat. Kembali pada Tuhannya.

Rasanya ga berlebihan kalo memang lirik itu ditujukan untuk Tuhan. Karena isinya berupa pengakuan akan kelemahan diri dan memang dia ga berarti apa2. Ga bisa move on kalo bukan karena Allah. Kalo ga ada Allah, hidupnya jadi nothing n useless.

Begitulah. Sering saya merasa jauh keluar jalur. Jenuh. Sejenuh-jenuhnya dengan kehidupan yang saya jalani. Hampa. Gelisah. Ga tenang.. mungkin karena itu, Allah lagi ga ada di hati :( Kalo lagi gitu, coba deh berhenti. Istirahat sejenak dr rutinitas untuk sekadar merenungkan sebenarnya apa yang salah? Terus perbaiki. Mungkin itu akan membuat kamu paham. Membuat hidupmu tenang dan kamu menjadi sosok yang lebih baik dari sebelumnya.

"Berlomba-lombalah kamu untuk mendapatkan ampunan dari Tuhanmu..." (QS Al-Hadid: 21)

"Wahai orang-orang yang beriman! Bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai..." (QS at-Tahrim: 8)

Sekedar Cinta

"Cinta itu sesimple kamu suka melihatnya tersenyum. Semudah melihat dia tertawa. Sesederhana membaca sms- nya. Ya, itu cinta. Tapi, ada yang harus disadari dalam cinta. Jika memang hanya bunga-bunga yang hadir tiap harinya, itu tanda tiada keseriusan dalam cinta.

Cinta adalah pengorbanan. Pengorbanan mengubah karakter buruk diri sendiri dan pasangan. Pengorbanan menyatukan dua keluarga yang berbeda. Pengorbanan membangun tempat teduh yang menenangkan. Pengorbanan untuk tetap saling mempercayai di saat rasa percaya itu pudar satu persatu. Pengorbanan amat luas. Bukan hanya perjuangan manis saat memperjuangkan cinta. Tapi, setelah mendapatkan cinta, niscaya jalan pengorbanan akan lebih panjang dan tiba-tiba bermunculan cabang-cabang.

Cinta butuh frustasi untuk membuktikan bahwa ia memang penenang sejati. Cinta butuh cemburu agar kita tau bahwa kita bernilai untuknya. Cinta butuh marah agar bekunya hati meleleh untuk tetap leleh mencintainya. Dan terakhir, cinta butuh sentuhan agar makna cinta lebih dalam. Hingga kita tau, di sinilah titik awal menuju jalan pengorbanan yang panjang dan banyak cabang itu.... Pelaminan. Ya.... bagi yang serius inilah awal untuk mulai merasakan cinta dalam sentuhan. Karena cinta yang tak berujung pelaminan, hanyalah eksekusi syahwat. Penanda cinta yang sedang kita jalani tidak serius. Hanya bunga-bunga."

Tulisan seorang teman, dan saya setuju dengan apa yang ia pikirkan. Tentang Cinta :)

Thursday, March 12, 2015

Alasan Mereka Hidup, adalah Kamu


Saat kamu sibuk mengejar perhatian dari orang lain, sadarlah ada yang sejak lama menaruh perhatian padamu, mendoakanmu diam-diam, dan memberi yang terbaik untukmu. Mereka adalah orang tuamu. Bersyukur dan berterimakasihlah, karena kamu adalah alasan yg membuat hidup mereka berarti.