Dwina

Konten

Desain

Buku

I'm Dwina,
Graphic Designer & Book Reviewer
from Jakarta, Indonesia.

Graphic Designer and Book Reviewer. ISFP. Interested in Psychology, Self Development, Business, Comic, Animation, Videography, and Visual Design. Feel free to contact me writing an email with your project idea.

What I Do
Design

Desainer grafis freelance sejak 2012. Terbiasa menggunakan software desain seperti Adobe Illustrator, Indesign, dan Canva.

Book

Tertarik dengan dunia buku. Memiliki background pendidikan dan pengalaman kerja di bidang Penerbitan sebagai desainer grafis.

Content

Belajar untuk menggabungkan dua minat saya (desain dan buku) menjadi suatu konten yang menarik dan bermanfaat untuk para audience.

Blog

Manajemen Waktu Ibu Rumah Tangga


Assalamu’alaikum…

Alhamdulillah saya bisa mengisi tulisan di blog ini lagi. Setelah menjadi ibu, rasanya waktu bergulir cepat sekali. Baru bangun tidur tau-tau sudah mau tidur lagi. Malamnya baru ngeh “hari ini aku ngapain aja ya?” Terus sedih kalau ternyata seharian itu merasa nggak produktif.

Biasanya yang membuat perasaan itu muncul karena ibu-ibu terlalu sibuk dan waktunya fokus untuk urusan domestik (pekerjaan rumah sehari-hari yang gak ada ujungnya). Jadi, waktu untuk belajar dan upgrade kapasitas diri sudah habis. Makanya ya penting banget manajemen waktu buat ibu rumah tangga.
Tugas manajemen waktu kelas ibu profesional 

Sewaktu ikut kelas Ibu Profesional, saya pernah mendapat tugas tentang menyusun jadwal harian. Walau sudah buat jadwal dengan rapi bahkan dijadikan wallpaper, tetap saja kenyataannya beda. Hampir selalu meleset. Gak sehari dua hari, tapi setiap hari. Sedih 😭

Sampai akhirnya alhamdulillah saya menemukan tulisan “nyes” tentang manajemen waktu ibu batita di instagram. Tulisan seorang ibu dengan 3 balita, Teh Karina Hakman. Sebagai pengingat, saya cantumkan tulisan beliau di blog ini. Mudah-mudahan menjadi amal kebaikan untuk beliau dan kita semua. Aamiin


Manajemen Waktu Ibu Batita

Bismillah... Saya berempati sekali kepada ibu-ibu muda, dengan anak2 usia bayi dan balita, yang jatuh bangun berusaha istiqamah. Karena saya pun merasakan hal serupa.

Salah satu yang amat sangat teramat menantang adalah peran kita bertambah, sementara waktu tak berubah. Manajemen waktu pasca memiliki bayi dan batita, sungguh berbeda dengan yang kita pelajarizaman sekolah, kuliah, kerja dulu.

Dulu, kita belajar semuanya serba diatur, diagendakan, dibuat cheklistnya, dirapatkan, dan seterusnya. Sekarang, sedahsyat2nya jadwal yg kita buat. Biidznillah, anak-anak lah yang menjadi ujung tombak "penentu" kegiatan setiap harinya.

Sudah buat jadwal tilawah bada subuh, ternyata mereka sudah bangun duluan, ingin ke kamar mandi, ingin makan, dan seterusnya. Sudah buat jadwal 'me time' pas jam tidur siang, ternyata mereka gak tidur-tidur. Hilanglah semua rencana kita untuk "berkarya di jam me-time tersebut".

Ketika begitu banyak hal tak terselesaikan, disanalah berbagai tekanan berpotensi menjadikan akal dan hati overloaded, galau, bingung; stressed out. Lalu bagaimana mengantisipasi agar semuanya ter-manage dengan baik?


1) Menunaikan kebutuhan jiwa Carilah keberkahan waktu dengan menjaga hubungan dgn Allah SWT, agar 24 jam yang kita punya, dapat menghasilkan manfaat jauh melebihi kapasitas dan kekurangan kita.

Jadikanlah kelapangan & khusyuk sebagai bekal membuka hari. Optimalkan recharge baterai jiwa sebelum pagi. Misal dari jam 03.00 – 06.00. InsyaAllah, hati yang lapang, akan lebih tenang menyambut hiruk pikuk keseharian. Kalau anak2 ikut bangun? gpp... Dan memang lebih seringnya mereka akan bangun. Ikhlasin aja..

Ingatkan diri bahwa tujuan utama kita bangun bukan untuk tahajud, tujuan kita adalah memperoleh ridha Allah. Kalau anak bangun dan membutuhkan, maka layani kebutuhan anak pun semata2 untuk ibadah mencari ridha Allah. Dampingi sejenak kebutuhannya lalu balik lagi ke atas sajadah.


2) Menunaikan hak anak atas kita Alokasikan waktu tertentu dimana kita full time bersama anak tanpa pegang HP, buku, ngobrol,
bahkan kalau memungkinkan tanpa terima tamu. Misal, dalam kondisi normal, saya pilih jam 08.00 – 11.30 dan 13.00 – 15.00 untuk full sama anak2.

Bayi dan batita sangat membutuhkan perhatian, engagement, dan paparan dgn lingkungan untuk membantu perkembangan otak dan kematangan emosi. Prof. Susan Bookheimer (dari UCLA) meneliti perkembangan otak pada bayi dan batita. Hasilnya: stimulasi gadget meskipun edukatif tidak memberikan hasil yang sama pada perkembangan otak dibandingkan stimulasi alami dari interaksi dan lingkungan.

Aktivitas bayi & batita sangat sederhana namun bermakna. Minimal 5 aktivitas ini bisa kita coba;
(1) Main,
(2) Ngobrol,
(3) Baca,
(4) Al Quran,
(5) dan amati perkembangannya.

Moga-moga, kita gak akan stres ketika menyusun pembelajarannya di rumah atau terpengaruh overloaded information di luaran sana. Karena kitalah yang melihat; sudah sampai mana perkembangannya, dan apa yang ia butuhkan untuk selanjutnya.

Momen2 ini berharga. Maka usahakanlah untuk fokus dan bahagia dalam menjalani kebersamaan dengan anak kita. Kuncinya; ikhlas dan sepenuh hati. Kesampingkan dulu semua amanah lainnya kecuali yang mendesak. Fokus yg seperti ini, bahasa akademisnya; mindfull. Bahasa kita; khusyuk; kita sadar dan mensyukuri, bahwa membersamai anak pun adalah ibadah.


3) Menunaikan hak rumah dan keluarga atas kita Bersama suami, kita ingin menjaga rumah agar rapi dan bersih. Kita pun berusaha membantu suami menyiapkan makanan terbaik. Multitasking berpotensi menambah beban tekanan pada diri kita.

Maka sebisa mungkin alokasikan waktu yg anak2 dalam kondisi aman. Misal, agar tdk mengganggu sesi dgn anak (maklum saya punya 3 bayi - batita), sy jadwalkan tumpuk sesi ini di awal pagi 2 jam sebelum abinya berangkat kerja. Sekitar jam 06.00 – 08.00. Lalu sekitar 30 menit di malam setelah anak2 tidur.

Gimana klo suami berangkat kerjanya dr subuh? Fleksibel aja... bisa tukaran alokasi lainnya. Misal, beberes dan masak dr jam 05.00. Bahan2 sudah disiapkan dr malam sebelumnya. Tilawahnya dirapel di siang hari. Ketika anak2 sedang main mandiri atau tidur. dst.


4) Hak pengembangan diri "Karena kita pun perlu bereksplorasi, belajar, menuntut ilmu, & berkontribusi."

Selain agenda pekanan. Mulailah untuk rutin mengalokasikan waktu secara disiplin meski hanya 1-2 jam sehari. Isinya bukan utk scrolling timeline atau nonton tak faedah. Tapi fokus untuk belajar dan berkarya. Di bidang apa saja, bentuknya apa saja.

Misal, kami berusaha mengalokasikannya malam hari, ketika anak tidur. Suami ngurusin tesis & kerja, sayapun ngurusin keperluan lain2nya. Saya berusaha menyiapkan tulisan IG/ppt seminar di malam hari, lalu diposting keesokan harinya. Termasuk, membaca buku, mengurus amanah, menulis, dsb. Sehingga tdk mengganggu aktivitas bersama keluarga.


5) Kebutuhan ngobrol sama suami Couple time adalah hak yg sebisanya ditunaikan harian, bukan nunggu liburan. Durasinya fleksibel. Sesi ini dibutuhkan utk kalibrasi frekuensi, kesamaan ruh, penyatuan hati, agar tetap sejalan dalam menunaikan kewajiban masing2.

Misal, pilih waktu menjelang tidur. Atau muhasabah bersama menjelang matahari terbit setelah dzikir bersama. InsyaAllah kalau rutin dikerjakan karena Allah, akan sangat terasa efek positifnya.

Berapa banyak ibu yang pusing dan stres karena bingung, atau tidak punya wadah diskusi, dan terlebih ada masalah dengan suami? jangan biarkan masalah menginap hingga keesokan hari.


6) Hak suami Di atas berbagai hak lainnya. Suami punya tempat istimewa pada diri kita. :)
Dari semua jadwal yg dipersiapkan, ikhlaskan kalau suami tetiba memanggil karena membutuhkan kita. Dan hal ini, tak selalu hanya urusan privat suami istri. Sesederhana, suami yg minta ditemani bercengkrama atau membeli kopi. Karena kita tdk pernah tahu, hikmah apa dibalik Allah menciptakan seorang istri bagi laki2. Yang jelas, Allah swt menekankan hak suami terhadap kita, para istri.

Lalu, bagaimana jika kita yg membutuhkan kehadiran suami? Sama kok. suami yg baik akan senantiasa berusaha hadir semampunya. Jika suami belum paham ttg perannya. Nasehatilah ia dengan baik. Ajak ke kajian secara bertahap. Iringi dgn kesabaran terbaik. Dan berdoalah dgn sungguh2 agar suami dilapangkan hatinya tuk menerima hidayah.


MasyaAllah yah... Betapa banyak amanah kita. Padahal, ini blm termasuk hak tubuh akan olahraga, rihlah, silaturahim, dsb.

Tapi bukankah memang demikian cita-cita kita? diwafatkan dalam keadaan beramal shalih dan sibuk dalam berbagai amanah di jalan Nya? atau kita mau diwafatkan dalam keadaan berleha-leha atau amalan yang sia-sia? Janganlah ya..

InsyaAllah kita ingin husnul khatimah. Menutup usia dengan amal ikhlas dan taqwa.

InsyaAllah, jika kita ikhlas & sabar menjalani semuanya, lelah kita akan berbuah nikmat.
Nikmat dibersamai Allah di dunia & nikmat menemui Allah di surga. Allahumma Aamiin.


Semangat ya buibu. Lakukan dan ikhlaskan apa yang kita lakukan saat ini karena waktu tak akan terulang. Semoga Allah ridha dengan apa yang kita kerjakan. Aamiin

#NoteToMyself


Desain Ayat Hadits dan Quote tentang Keutamaan Puasa Ramadhan

Assalamu'alaikum... 
Alhamdulillah hari ini selesai mendesain publikasi quote Ramadhan. Isi Quote aku ambil dari Ayat Al-Quran dan Hadits Shahih Rasulullah saw.

Sebagai tim desain dan publikasi dokumentasi, aku juga mau menyebarkan acara Ramadhan Vaganza 3.0 dari Pena Bangsa. :)


“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian menjadi orang yang bertaqwa” (QS. Al-Baqarah: 183)

“Bulan Ramadhan, bulan yang didalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang haq dengan yang bathil ), karena itu barangsiapa diantara kamu menyaksikan (masuknya bulan ini ), maka hendaklah ia puasa...” (QS. Al-Baqarah: 185)

“Telah bersabda Rasulullah saw. : Islam didirikan di atas lima perkara: Bersaksi bahwa tidak ada Ilah selain Allah, dan sesungguhnya Muhammad itu adalah utusan Allah. Mendirikan Shalat. Mengeluarkan Zakat puasa di bulan Ramadhan. Menunaikan haji ke Ka’bah.” (HR. Bukhari Muslim)

“Diriwayatkan dari Abi Hurairah ra. Sesungguhnya Nabi saw. telah bersabda : Shalat lima waktu, Shalat Jum’at sampai Shalat Jum’at berikutnya, puasa Ramadhan sampai puasa Ramadhan berikutnya, adalah menutup dosa-dosa (kecil) yang diperbuat diantarakeduanya, bila dosa-dosa besar dijauhi.” (HR. Muslim)

“Diriwayatkan dari Sahal bin Sa’ad : Sesungguhnya Nabi saw telah bersabda : bahwa sesungguhnya bagi Jannah itu ada sebuah pintu yang disebut‘Rayyaan’. Pada hari kiamat dikatakan : Dimana orang yang puasa? (untuk masuk Jannah melalui pintu itu), jika yang terakhir diantara mereka sudah memasuki pintu itu, maka ditutuplah pintu itu.” (HR. Bukhari Muslim)

“Rasulullah saw. bersabda : Barangsiapa puasa Ramadhan karena beriman dan ikhlas, maka diampuni dosanya yang telah lalu dan yang sekarang.” (HR. Bukhari Muslim)

“Telah bersabda Rasulullah saw: Apabila salah seorang diantara kamu mendengar adzan dan piring masih di tangannya janganlah diletakkan, hendaklah ia menyelesaikan hajatnya (makan/minum sahur) daripadanya.”
(HR. Ahmad, Abu Daud, dan Al-Hakiem)

“Diriwayatkan dari Abdullah bin Amru, bahwa sesungguhnya Nabi saw. telah bersabda: puasa dan Qur’an itu memintakan syafa’at seorang hamba di hari Kiamat nanti. Puasa berkata : Wahai Rabbku, aku telah mencegah dia memakan makanan dan menyalurkan syahwatnya di siang hari, maka berilah aku hak untuk memintakan syafa’at baginya. Dan berkata pula Al-Qur’an : Wahai Rabbku aku telah mencegah dia tidur di malam hari (karena membacaku), maka berilah aku hak untuk memintakan syafaat baginya. Maka keduanya diberi hak untuk memintakan syafa’at.” (HR. Ahmad)

“Diriwayatkan dari Hamzah Al-Islamy : Wahai Rasulullah, aku dapati bahwa diriku kuat untuk puasa dalam safar, berdosakah saya? Maka beliau bersabda : hal itu merupakan kemurahan dari Allah Ta’ala, maka barangsiapa yang menggunakannya maka itu suatu kebaikan dan barangsiapa yang lebih suka untuk terus puasa maka tidak ada dosa baginya.” (HR. Muslim) 
“Dari Ibnu Abbas ia berkata: Rasulullah shallallahu‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling dermawan. Kedermawanan Beliau lebih nampak lagi di bulan Ramadhan ketika ditemui oleh Jibril. Jibril biasa menemui Beliau di setiap malam bulan Ramadhan lalu Beliau bertadarus Alquran dengannya. Sungguh, Rasulullah shallallahu‘alaihi wa sallam lebih dermawan terhadap kebaikan melebihi angin yang berhembus.” (HR. Bukhari)


“Barangsiapa memberi makan untuk berbuka kepada orang yang berpuasa, maka ia akan mendapatkan pahala orang yang berpuasa itu tanpa dikurangi sedikit pun dari pahala orang yang berpuasa itu.” (HR. Ahmad)

“Ketika tiba bulan Ramadhan berumrahlah, karena berumrah di bulan Ramadhan sama seperti haji.” (HR. Bukhari Muslim) 
“Firman Allah Ta’ala dalam hadist Qudsi: Setiap amalan anak Adam itu adalah (pahala) baginya, kecuali puasa, karena puasa itu untuk-Ku dan Akulah yang akan membalasnya.” (HR. Bukhari)


“Bagi orang berpuasa ada dua kebahagiaan: yaitu kebahagiaan ketika berbuka, dan ketika berjumpa Rabbnya bahagia karena puasanya.” (HR. Bukhari)

“Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, jika sedang berbuka puasa dia membaca:‘Dzahaba Azh Zhama’u wab talatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya Allah. Telah hilang rasa haus, telah basah tenggorokan dan semoga pahala tetap didapat Insya Allah. (HR. Abu Daud)

“Ada tiga manusia yang doa mereka tidak akan ditolak: 1. Doa orang yang berpuasa sampai dia berbuka, 2. Pemimpin yang adil, 3. Doa orang teraniaya.” (HR. at-Tirmidzi)

“Ibnu ‘Abbas Radhiallahu ‘Anhuma menceritakan: Jibril menemuinya (nabi) pada tiap malam malam bulan Ramadhan, dan dia (Jibril) bertadarus Al Quran bersamanya.” (HR. Bukhari)

Maaf Quotenya Sama Seperti No.15 🙏🙏🙏

“Barang siapa yang tidak berpuasa pada Ramadhan tanpa adanya uzur, tidak pula sakit, maka tidaklah dia bisa menggantikannya dengan puasa sepanjang tahun, jika dia melakukannya.” (HR. Bukhari)

“Puasa itu perisai yang dipergunakan seorang hamba untuk membentengi dirinya dari siksaan neraka.” (HR. Ahmad)

“Dari ‘Aisyah Radhiallahu ‘Anha, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: 'Carilah oleh kalian Lailatul Qadar pada malam ganjil dari sepuluh malam terakhir Ramadhan.'” (HR. Bukhari)

“Dari Abu Hurairah ra: katanya Rasulullah saw berabda: ‘Barang siapa tidak meninggalkan ucapan dusta dan berbuat jahat (padahal dia puasa), maka Allah tidak butuh ia meninggalkan makan dan minum.’” (HR. Bukhari) 
“Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a katanya: Rasulullah s.a.w bersabda: Apabila seseorang daripada kamu sedang berpuasa pada suatu hari, janganlah berbicara tentang perkara yang keji dan kotor. Apabila dia dicaci maki atau diajak berkelahi oleh seseorang, hendaklah dia berkata: Sesungguhnya hari ini aku berpuasa, sesungguhnya hari ini aku berpuasa.” (HR. Bukhari Muslim)


“Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu ia berkata: Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam beri’tikaf selama sepuluh hari pada setiap bulan Ramadhan. Namun pada tahun di mana Beliau akan wafat, Beliau melakukannya selama dua puluh hari.” (HR. Bukhari)

Mon maap sama lagi kontennya 😩🤭

Dari ‘Aisyah dia berkata “Aku berkata: Wahai Rasulullah, apa pendapatmu jika aku mengetahui bahwa pada suatu malam adalah Lailatul Qadar, apa yang aku ucapkan?” Beliau menjawab: “Ucapkanlah, ‘Allahumma innaka ‘afuwwun karim tuhibbul ‘afwa fa’fu’anni.” (HR. at Tirmidzi)

Berkata seorang sahabat mulia, Ubay bin Ka’ab Radhiallahu ‘Anhu: “Demi Allah, seseungguhnya aku benar-benar mengetahui malam yang manakah itu, itu adalah malam yang pada saat itu Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memerintahkan kami untuk shalat malam, yaitu malam yang sangat cerah pada malam ke 27, saat itu tanda-tandanya hingga terbitnya matahari, pada pagi harinya putih terang benderang, tidak ada panas.” (HR. Muslim)

“Dari Abu Hurairah ra: katanya Rasulullah saw berabda: ‘Barang siapa tidak meninggalkan ucapan dusta dan berbuat jahat (padahal dia puasa), maka Allah tidak butuh ia meninggalkan makan dan minum.’” (HR. Bukhari)

“Dari ‘Aisyah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: ‘Barangsiapa meninggal dan ia masih menanggung kewajiban puasa, maka walinya berpuasa untuknya.’” (HR. Muttafaq Alaihi)

“Jika ingin melihat orang Islam, maka lihatlah ketika Hari Raya Idul Fitri. Jika ingin melihat orang beriman, maka datanglah ke masjid ketika solat subuh” (Buya Hamka)


Silakan kalau mau dishare~
Semoga Bermanfaat ;)

Target Harian Ramadhan


Marhaban ya Ramadhan 1440 Hijriyah
Alhamdulillah Allah masih memberiku kesempatan hidup di dunia ini, disaat orang di dekatku sudah meninggal. Kasih sayang Allah begitu besar untuk semua makhluk ciptaan-Nya.

Karya lama waktu masih pakai BBM :)

Beberapa waktu lalu aku sempat baca buku Izrail Bilang ini Ramadhan Terakhirku karya Ahmad Rifa`i Rif`an. Di buku itu ada surat dari Izrail untuk pembaca kalau Ramadhan kali ini adalah Ramadhan terakhirmu. Siapkah kamu? *selftak*

Izrail Bilang ini Ramadhan Terakhirku karya Ahmad Rifa`i Rif`an

Kalau kata mba Dewi Nur Aisyah
Jangan takut menghadapi kematian, tapi takutlah saat kita tidak memiliki cukup bekal. Maka hidupkanlah kehidupan kita di dunia dgn kebaikan, agar tak ada lagi penyesalan di belakang.

Bukankah hakikatnya hidup di dunia ini adalah perjalanan menuju Allah dan keridhoaan? Maka jangan sia-siakan, maka persiapkan, jemputlah banyak-banyak kebaikan dan kebermanfaatan.

Alhamdulillah...
Mumpung kita masih hidup di dunia dan bisa merasakan Ramadhan ini, maksimalin deh ibadah dan semua kebaikannya. Supaya lebih jelas dan terukur jangan lupa bikin target dan catat seharian ini kamu sudah melakukan apa saja.

Sebelum Ramadhan aku sempat buat beberapa reminder dan checklist. Boleh banget kalau mau dijadiin wallpaper HP atau diprint. Target ibadah Ramadhannya aku dapat dari Ustad Dr. Amir Faisol Fath.


Wallpaper reminder ramadhan
Checklist per 10 hari Ramadhan

Semoga bermanfaat. Selamat menunaikan ibadah puasa.
Mari berlomba dalam kebaikan~

Contact Me

Location

Jakarta, Indonesia

e-mail

dwinasign@gmail.com

Website

www.dwinasign.com